Tega...., Ibu dan Bayi Disandera !!!!!!!!

Untuk yang kesekian kalinya, sebuah layanan kesehatan yang belum bisa dirasakan oleh semua orang, terutama rakyat miskin. Sungguh ironi, sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah, tapi belum bisa dirasakan oleh semua rakyat Indonesia.

Jombang - Seorang ibu yang baru melahirkan, Siti Yuliana (32), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, tertahan di Puskesmas Bandar Kedungmulyo, sejak tiga hari lalu. Siti dan bayinya tidak diizinkan pulang, karena belum melunasi biaya persalinan.

"Saya tak bisa mengajak anak dan isteri saya pulang. Sebab kami belum bisa melunasi
biaya persalinan di Puskesmas ini," kata suami Siti, Sudarmaji (36) kepada detiksurabaya.com di teras Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Selasa (24/11/2009).

Menurut Sudarmaji, 3 hari lalu ia membawa isteri dan anaknya ke Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Sebelum dibawa ke Puskesmas, isterinya sempat dibawa ke dukun persalinan. Namun oleh dukun itu, ia disarankan membawa isterinya ke puskesmas.

Bermodal jaminan KTP, Sudarmaji berjanji siap melunasi semua biaya persalinan isterinya jika sudah melahirkan. Uang sebesar Rp 230 ribu diberikan ke pihak puskesmas. Setelah 3 hari sejak isterinya melahirkan, Sudarmaji belum bisa melunasi biaya itu.

Biaya persalinan di Puskesmas milik Pemkab Jombang itu, mencapai Rp 633 ribu. Sisa biaya yang harus dilunasi sebesar Rp 403 ribu. "Saya akan mencari pinjaman dulu ke tetangga," ungkap Sudarmaji yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Sementara itu menurut Kepala Ruang Persalinan Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Sri Indayani, saat datang ke Puskesmas, keluarga Yuliana tidak membawa kartu Jamkesmas maupun Jamkesda. "Karena itu kami tidak mengizinkan pulang sebelum lunas," tutur Indayani.

Dengan pendidikan yang hanya tamat SD, Sudarmaji tidak tahu jika untuk mendapat pelayanan kesehatan secara gratis, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Bagi dia biaya kesehatan bagi warga miskin seperti dirinya itu, gratis seperti yang diiklankan pemerintah.


Selengkapnya...

Ada Bidan Berusia 2 Tahun???

Untuk menjadi seorang bidan, seseorang harus melalui beberapa proses. Mulai sekolah SD, SMP, SMA dan bahkan kuliah jurusan AKBID (AKademi keBIDanan). Namun ada seorang bocah berusia dua tahun yang sukses menjadi bidan. Berikut beritanya.....

Mississipi - Baru berusia dua tahun, Jeremiha Taylor sudah membuat ibunya bangga. Dia tampil sebagai pahlawan saat membantu ibu melahirkan adiknya, Kamron.

Menurut harian The Commercial Appeal, peristiwa langka itu terjadi pada Jumat pekan lalu, 13 November 2009, di Kota Olive Branch, negara bagian Mississippi, Amerika Serikat.

Sang ibu, Bobbye Favazza, mengungkapkan bahwa kelahiran anaknya yang ketiga ternyata lebih cepat dari perkiraan. Dokter sudah menjadwalkan Bobbye untuk bersalin lewat bedah caesar di rumah sakit setempat pada 6 Desember mendatang. Namun pada Jumat pekan lalu air ketuban Bobbye keburu pecah. Ibu berusia 27 tahun itu menelpon layanan darurat "911," namun dia tak tahan menunggu tim bantuan dan harus segera melahirkan. Persalinan instan pun berlangsung di ruang tengah rumah Bobbye.

Saat melihat ibunya kesusahan, Jeremiha justru tampil sebagai penyelamat. Bocah itu dengan sigap mengambil sebuah handuk, seperti yang diminta ibunya.

Tak hanya itu, Jeremiha pun mau berjaga-jaga sambil melihat ibunya berusaha melahirkan calon adik. Tak lama kemudian, Jeremiha menjadi orang pertama yang menyentuh dan menggendong adiknya yang baru lahir. Dia lalu menyerahkan adiknya kepada sang ibu dalam keadaan tali ari masih tersambung.

Tim bantuan dari 911 pun melongo saat melihat bayi sudah lahir berkat bantuan anak berusia 2 tahun. Kamron pun lahir dengan sehat.

"Dia adalah pahlawan cilik saya," kata Bobbye Selasa lalu sambil memandang Jeremiha dengan perasaan bangga. "Sepertinya saat itu dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan," lanjut Bobbye, yang kini memiliki tiga anak.





Selengkapnya...

Hahhh........, Jakarta Bakal Tenggelam???

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ubaidillah memprediksi Ibukota Jakarta tenggelam pada 2030 apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperhatikan keseimbangan ekologis.”Perkiraan ini bisa jadi benar-benar terjadi apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak segera mengantisipasi dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” kata Ubaidillah di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pembangunan di Jakarta sudah tidak memperhatikan keseimbangan ekologis terbukti saat ini luas ruang terbuka hijau yang dimiliki hanya 9,6 persen dari 661.52 kilometer persegi luas Jakarta.

Ia mengingatkan, sebagian permukaan tanah di Jakarta ini mengalami penurunan, yang diakibatkan banjir dan genangan air, sebagian wilayah Jakarta ini berada di bawah permukaan laut, serta buruknya saluran drainase kota.
Yang harus diperhatikan pemerintah lagi ialah proyek-proyek bangunan yang pendiriannya tidak mempertimbangkan keseimbangan ekologis seperti pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran.

“Semua itu kalau tidak dibenahi Jakarta benar-benar tenggelam,” katanya.
Ubaidillah berharap alokasi anggaran untuk penanganan banjir 2010 di DKI Jakarta yang mencapai Rp 855 miliar bisa digunakan secermat mungkin untuk antisipasi banjir.

Ubaidilah mengungkapkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak hujan terjadi pada Januari 2010, sehingga ia memperkiraan ketinggian permukaan genangan air yang membanjiri Jakarta meningkat dibandingkan musim penghujan awal 2009 yang mencapai 10 centimeter sampai 250 centimeter.

“Dengan pertimbangan buruknya tata kota Jakarta sekarang ini, kemungkinan ketinggian permukaan genangan air di Jakarta pada Januari 2010 mencapai lebih dari 250 centimeter. Tidak mungkin menurun dari musim sebelumnya,” kata Ubaidillah.Selain tinggi genangan, ia memprediksi terjadi perluasan wilayah genangan air secara menyeluruh di Jakarta.


Selengkapnya...

Hah..., Operasi Jantung Menggunakan Lem???

Toronto, Umumnya memperbaiki tulang dada setelah operasi jantung dengan menjahit jaringan-jaringan di sekitarnya. Tapi kini ada perkembangan menggunakan lem untuk operasi jantung yang tidak perlu waktu lama untuk pemulihannya.

Peneliti di Kanada mengembangkan teknik operasi baru untuk menangani pasien patah tulang dada pasca operasi jantung. Dokter di sana menggunakan lem sebagai perekat tulang yang patah. Teknik operasi itu tidak membutuhkan waktu yang lama dan pasien hanya sedikit merasakan sakit.

Sementara dengan teknik menjahit maka proses pemulihan pasien membutuhkan waktu berminggu-minggu yang disertai dengan rasa sakit yang luar biasa. Tapi dengan penggunaan lem semuanya dapat diatasi.

"Dengan lem khusus yang berfungsi sebagai perekat, kini kita hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja setelah operasi," ujar Dr Paul Fedak, seorang ahli bedah jantung dari Foothills Medical Center in Calgary, Alberta seperti dilansir Reuters, Senin (16/11/2009).

Lem khusus yang diberi nama Kryptonite itu dibuat oleh para dokter dari Research Group Inc of Connecticut.

Para dokter sebelumnya melakukan studi terhadap 20 pasien di Calgary. Dibanding pasien yang mendapat jahitan dan baru bisa beraktivitas beberapa bulan pasca operasi, pasien yang dadanya direkatkan kembali dengan lem Kryptonite ternyata berhasil pulih dan melakukan aktivitas normalnya hanya dalam waktu beberapa hari.

Peneliti juga menemukan bahwa rasa sakit dan tidak nyaman pasien setelah operasi berkurang dengan menggunakan teknik tersebut.

"Biasanya saya memberitahu pasien saya bahwa setelah operasi jantung, rasa sakit akan muncul dan proses penyembuhannya akan sangat lama, tapi sekarang saya lega tidak perlu mengatakan itu lagi," ujar Brent Mitchell, direktur dari Libin Cardiovascular Institute of Alberta dan kepala Clinical Department of Cardiac Sciences di Alberta Health Services.

Sebanyak satu juta operasi jantung dilakukan di seluruh dunia dengan merobek atau membelah bagian tulang dada. Oleh karena itu, teknik baru perekatan tulang dada dengan lem ini akan sangat bermanfaat bagi dunia medis dan kedokteran.




Selengkapnya...

Good Quality Terry Bath Robe

winter. Where winters are sometimes make people lazy move, because the body as if made helpless by it. But many ways to solve these problems, such as by wearing a coat. However, sometimes we are less precise in selecting coats. Thin materials, less comfortable because of rough material. It is not even safe for the materials used.

Therefore, there are some things we need to consider in choosing a coat. Including, thickness of materials, comfort and safety in use.

terry bath robe is a product that has a thickness of material, because it is made from the texture. The texture has the ability to absorb water and provide warmth for the body. waffle bath robe also provide comfort for the wearer. In terms of security, bath wrap are also no doubt, because it is made naturally without chemicals.

Then wait let alone, make sure, your family feel comfortable terry bath robes.


Selengkapnya...

Menkominfo Tak Dapat Jatah Wakil Menteri

Siapa yang tidak kenal dengan menteri yang satu ini. Menteri yang berpenampilan kalem, murah senyum dan jago pantun, ya beliau adalah Ir. Tifatul Sembiring. Menteri yang sangat gaul ini menjabat sebagai MENKOMINFO. Dengan banyaknya isu yang beredar mengenai jatah wakil menteri, MENKOMINFO tidak termasuk salah satu pos menteri yang tidak dapat jatah wakil menteri. Tapi beliau menerima dengan lapang dada, karena itu merupakan hak prerogatif presiden. Berikut beritanya???

Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring hampir bisa dipastikan tidak bakal mendapat jatah tandem alias wakil menteri untuk menjalankan laju kereta Departemen Komunikasi dan Informatika. Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menyimpan 6 nama wakil menteri yang belum diumumkan.

Total ada 11 wakil menteri yang disiapkan untuk memperkuat Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sementara 5 nama lainnya sudah dilantik hari ini, Rabu (11/11/2009).

"Kominfo sudah positif tidak dapat, di internal kami tidak ada isu-isu terkait wakil menteri. Berbeda dengan departemen lain yang begitu ada calon wakil menteri sudah ada isu-isu di sana," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto.

Ditambahkannya, pemilihan wakil menteri itu lebih didasarkan atas beban kerja dan anggaran yang dimiliki menteri dan departemen terkait. "Tapi bukan berarti kami di under estimate, kami ambil positifnya saja".

Selengkapnya...

Memiliki Bayi, Serasa Memiliki Bom di Rumah

ADA ungkapan yang mengatakan bahwa memiliki bayi layaknya "melempar granat" ke dalam pernikahan. Hah "granat"? Ya! Anda seperti mendapat serangan tiba-tiba di dalam rumah.

Sejak memiliki baby, sepertinya rumah tak pernah rapi. Mulai dari tumpukan popok basah, pakaian kotor, sampai botol susu berserakan. Belum lagi tangisan bayi yang memekakkan telinga membuat Anda "tegangan" tinggi.

Nah, sebelum "granat" itu benar-benar meledak, pelajari dulu apa saja yang bakal menyerang Anda berikut solusinya:

Perubahan Hidup

Layaknya seorang jenderal berperang, Anda musti memiliki mata elang untuk memantau hidup si kecil. Sejak bangun tidur, beraktivitas, hingga dia tertidur lagi. Kenyataannya, siklus bayi tidak semulus yang dibayangkan. Sedikit saja lapar, haus, atau sakit, dia sampaikan lewat tangisan dan bahasa tubuh.

Dalam hal ini, sensor kepekaan orangtualah yang diuji. Apakah cepat tanggap dengan situasi yang dialami atau sebaliknya, membiarkan bayi menghadapi perubahan dirinya sendiri.

Saat si bayi rewel, misalnya. Anda akan terbangun untuk memantau bayi. Hal ini pun memengaruhi jam tidur. Kalau biasanya Anda berdua tidur selama 8 jam sehari, kini berubah. Anda berdua hanya tidur selama 2-3 jam per hari. Konsekuensinya tubuh orangtua pun beradaptasi. Awalnya mungkin Anda berdua sangat lelah, bahkan tubuh rasanya tidak fit.

Walaupun "granat" itu lumayan meledakkan emosi dan fisik, justru saat inilah Anda berdua belajar mensyukuri anugerahNya. Bayangkan! Hasil dari pertemuan sel sperma dan sel telur melahirkan sosok bayi luar biasa. Percayalah sayap malaikat bayi itu memberi kesejukan dalam batin. Entah lewat pelukan, ciuman dengan si kecil, timbul semangat baru yang mengiringi Anda berdua setiap kali beraktivitas.

Memasuki Zona Abu-abu

Meski waktunya sebentar, Anda akan merasa berada di zona abu-abu alias masih meraba-raba, tapi hal ini cukup menguras tenaga dan pikiran Anda.

1. Ketakutan

Setelah bayi lahir di rumah sakit, dibawa pulang ke rumah, tentulah hidup sebagai keluarga begitu sempurna. Tapi, masih ada yang mengganjal. Sebagai orangtua baru, Anda berdua belum berpengalaman menangani si mungil. Ada saja kekhawatiran yang menghantui Anda berdua, misal "Apa yang harus kita perbuat terhadap bayi ini?".

Cobalah rileks dulu. Pandangi paras si kecil dan sentuhkan diri Anda kepadanya, rasakan nafasnya. Khawatir sih sah-sah saja, tapi bila porsinya berlebih justru tidak rasional. Jadi bersikaplah bijak, seperti menduga-duga kalau kucing bisa mencekik bayi, dan Moms pun malas keluar rumah.

2. Tidak bisa tidur pulas

Memang, tidur itu penting. Tapi lain persoalan bila kini sudah hadir bayi mungil. Tangisan bayi sering kali menganggu, apalagi bila orangtua lelah. Artinya perlu dilakukan pembagian tugas menjaga si kecil secara bergantian oleh istri dan suami.

3. Buta soal perawatan bayi

Sebagai orangtua baru, banyak pertanyaan menggelayut di benak "Bagaimana saya tahu kalau bayi ini lapar?" umpamanya. Meski tidak bisa mengerti kebutuhan bayi dalam waktu singkat, justru inilah saatnya proses memahami fenomena bayi, mulai dari tangisan, menyusui, mengganti popok, dan sebagainya.

4. Tergoda melakukan affair

Pulang kantor, suami ingin bercengkrama dengan istri tercinta. Tapi, nyatanya, istri lebih memilih bayi. Urusan perhatian, bahkan bercinta pun kurang dihiraukan istri karena faktor kelelahan mengurus bayi.

Hati-hati loh Dads bisa terjadi affair! Mengapa? Kalau fokusnya hanya perhatian dan bermesraan saja, bisa saja tawaran "cinta" lain menjerat Anda. Karena itu, baik istri maupun suami saling memberi support dan pengertian satu sama lain. Arahkan tujuan Anda berdua kepada buah cinta Anda.

5. Bergandengan tangan mengasuh bayi

Kini, Anda berdua sudah tahu "granat" apa saja yang bertebaran. Tugas berikutnya adalah strategi menghadapi bom bayi ini. Yang jelas, lakukan komunikasi terbuka antara istri dan suami. Bicarakan apa saja yang Anda rasakan selama hadirnya si kecil. Ungkapkan segala suka dan duka Anda.

Selanjutnya, renungkan bersama apa saja rencana-rencana masa depan anak. Sehingga masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap anak. Kemudian biarkan romansa cinta itu tetap berkobar dengan merawat anak bersama-sama.




Selengkapnya...

Pengikut